meaBATAMTODAY.COM, Batam – Peran pemerintah daerah dalam menghadapi ASEAN Economi Community (AEC) tahun 2015 diharapkan lebih efektif untuk meningkatkan SDM di Provinsi Kepri sehingga dapat mengantisipasi gelombang besar ekonomi Tiongkok dan India.
Hal itu disampaikan oleh Ade P  Nasution, sebagai pembicara dalam seminar yang diselenggarakan oleh Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Ekonomi UNRIKA bekerja sama dengan Simpul Jaringan Mahasiswa Kepri beberapa waktu lalu di Aula Kampus UNRIKA. Batam, Senin (2/2/2015).
“Di satu sisi MEA ini sangat bagus, yakni meningkatkan lapangan pekerjaan ke Negara tetangga. Untuk mengantisipasi tenaga kerja asing yang membludak, baiknya pemerintah membuat system sertifikasi terhadap tenaga kerja asing,” jelasnya.
Dari sisi akademisi, tambahnya bahwa Kepri belum siap menghadapi MEA ini. Hal itu disebabkan struktur ekonomi Kepri  masih kalah jauh dengan beberapa Negara di ASEAN. “Industri kita saat ini sedang terpuruk, beberapa investor sedang menyiapkan diri untuk pindah dari Kepri,” jelasnya.
Syamsul Bahrum Ph.D, menyampaikan, bila ingin melihat sesuatu secara horizontal, maka bersama harus terlebih dahulu melihat sesuatu secara vertical, ini merupakan basic untuk memahami AEC 2015. Kemudian, katanya untuk bisa bersinergi dengan negara ASEAN tidak bisa melihat keluar, bila hanya berada di dalam.
“Kita harus memiliki visi yang sama untuk maju bersama MEA menyatukan visi yang sama antara beberapa Negara, untuk membangun perekonomian di ASAEN. Kita sebagai warganegara Indonesia haruslah saling menguatkan dalam menghadapi MEA, jangan malah saling melemahkan.
Samsul Bahrum menekankan, dengan jumlah penduduk 220 juta lebih, seharusnya dapat menjadikan kekuatan untuk perekonomian apa bila  menggunakan produk dalam negri.
“Apabila kita tidak menggunakan produk dalam negeri, maka jumlah penduduk kita akan menjadi pasarnya barang-barang asing. Saya yakin bahwa kerjasama terkait kesepakatan MEA adalah untuk saling menguntungkan. Tidak ada kerja sama untuk saling merugikan. Untuk dapat bersaing di Negara asing, kita harus memahami budaya setempat,” jelasnya.
Sumber lainnya Junaidi bin Bustami, Wakil Ketua Kadin Kepri. Menurutnya, dari sisi pengusaha, sebenarnya ingin menghidupkan seluruh tenaga kerja dari anak bangsa sendiri. Negara-negara yang tergabung dalam ASEAN, Indonesia merupakan Negara yang paling di Incar. Karena anggaran pembangunan di Indonesia Paling besar.
“Indonesia juga akan menjadi pasar yang paling menarik karena masyarakat kita bersifat konsumtif dengan jumlah penduduk yang sangat besar. Untuk meningkatkan SDM, Kadin sudah pernah meminta agar BLK di Batam di aktifkan. Agar tenaga kerja kita dapat bersaing dan siap menghadapi MEA,” jelasnya.
Jika kita tidak antisipasi dari sekarang, menurutnya, di 2016 Indonesia khususnya Kepri akan menjadi penonton di negeri sendiri. “Untuk pemerintah, kami berharap agar memperbanyak fasilitas untuk training kompetensi. Budaya kerja di Negara kita berbeda dengan budaya kerja di Negara lain,” terangnya.
Sementara itu, Dekan FE Unrika, Edwin Agung Wibowo SE. S. Comm, menyampaikan tujuan dilaksanakannya kegiatan ini adalah untuk 2015 pemahaman para akademisi baik mahasiswa dan para dosen terhadap pemahaman tentang Masyarakat Ekonomi ASEAN serta dapat mempersiapkan diri dalam menghadapi MEA.
“Kami berharap, dengan adanya kegiatan ini, kita bersama-sama sadar untuk mempersiapkan diri menghadapi kompetisi ditingkatan ASEAN. Kegiatan ini sangat bagus, semoga para peserta dapat mengikuti kegiatan ini dengan baik. Kami dari Dekanat, sangat berterimakasih kepada pengurus BEM serta Simpul Jaringan Mahasiswa yang telah mempersiapkan kegiatan ini dengan baik. Semoga seminar ini dapat berguna bagi kita semua,” tutupnya yang dihadiri sekitar 150 mahasiswa.
Editor: Dodo
Sumber : https://www.batamtoday.com/berita53312-Pemerintah-Daerah-Dituntut-Siap-Hadapi-MEA-2015.html

By ulb1998