Category: Books
Genre: Science
Author: Muhammad Yunus
Sebagai dosen ekonomi Universitas Chittagong Muhammad Yunus merasa resah melihat kesenjangan antara teori yang diajarkannya dengan realitas kemiskinan sehari-hari di Bangladesh. Dan ia pun memutuskan keluar dari ruang kelas untuk belajar langsung dari masyarakat miskin pedesaan. Lahirlah ide-ide cemerlang pengentasan kemiskinan yang sangat relevan dengan kondisi Indonesia saat ini.Ikutilah pergulatan mengharukan Yunus dan Grameen Bank dalam memberdayakan masyarakat miskin, membela hak-hak kaum perempuan yang selama ini diabaikan, melawan kelambanan birokrasi, kekolotan sikap keagamaan, kekakuan cara berpikir akademis, dan kesewenang-wenangan lembaga keuangan internasional seperti Bank Dunia.Dari pelosok daerah terpencil di Bangladesh sedang terjadi sebuah peroses revolusi yang dasyat. Diawali dari kegelisahan seorang guru besar ekonomi yang merasa bahwa kemiskinan yang terjadi dan teori yang diajarkannya sangat kontradiktif. Dan sejak saat itu mulai berpikir untuk terjun secara langsung mengabdi dalam rangka meningkatkan kesejahteraan masyarakat di negerinya yang notabene berada pada posisi miskin yang akut.Diawali dari sebuah perkampungan miskin di sekitar kampusnya M. Yunus melejit ke pentas internasional dengan konsep Grameen Banknya, yaitu konsep pembinaan masyarakat dalam hal finansial dalam rangka penguatan sektor mikro bagaimana tidak di tengah pemikiran lembaga pemberi modal (Bank, Koperasi, dll) yang selalu mengedepankan aspek economic benefit, M. Yunus tampil ke pentas internasional dengan menawarkan sebuah alternatif baru dalam menghadapi kemiskinan yaitu dengan mengubah paradigma beusaha yang lebih mengedepankan aspek social benefit.

Hanya dengan bermodalkan 27 $ M. Yunus membuka lembaga keuangan untuk membantu masyarakat miskin (khususnya kaum Perempuan) di wilayah miskin tersebut dengan harapan agar mereka dapat berdikari dan mandiri serta meningkatkan produktifitasnya. Dengan slogan “Beri mereka modal maka mereka akan bisa untuk maju” oleh M. Yunus benar-benar diwujudkan dengan melibatkan kepemilikan saham dan kepemilikan usaha yang mayoritas dikuasai oleh anggotannya tersebut. Sehingga dalam waktu kurang lebih 25 tahun sudah bisa dirasakan manfaatnya. Bahkan sekarang konsep Grameen Bank ini sudah menyebar ke seluruh dunia. Dan konsep terbaru dari pengembangan Grameen Bank adalah mencoba membantu pemulung dalam hal keuangan sehingga diharapkan bisa lebih produktif.

Konsep M. Yunus ini sering disebut dengan istilah Sosial Entrepreneur. Dan pada tahun 2006 kemarin berhasil meraih Nobel ekonomi akibat dari jasanya dalam melakukan revolusi pemikiran dan kemajuan kaum miskin.

Buku ini sangat menarik untuk dipelajari atau sekadar menambah pengalaman mengingat kondisi bangsa kita Indonesia sebagai negara berkembang secara umum memiliki kesamaan dengan Bangladesh yaitu persoalan kemiskinan yang sulit teratasi.

Sebuah pelajaran penting yang bisa kita petik dari buku ini adalah bagaimana kemudian memberikan kesempatan dan peluang bagi kaum miskin untuk dapat merubah nasib mereka sendiri. Karena kemiskinan hanya bisa dihadapi dari dalam (individu bersangkutan) dan bukan dari siapa-siapa. Tetapi untuk itu kaum miskin membutuhkan sebuah sarana untuk dapat survive dan berkreatifitas dalam rangka untuk meningkatkan kemampuan ekonominya

(sumber : http://www.bukukita.com/infodetailbuku.php?idBook=4335)

By ulb1998

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

CAPTCHA ImageChange Image

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.