
Buku kedua adalah Karangan Amartya Sen yang berjudul Ilusi tentang kekerasan, yang mencoba mencari akar setiap pertikaian antar etnis yang pernah terjadi didunia. menurut Sen, Islam bukan agama teror ataupun kekerasan, namun pemahaman minim oleh barat akan islam yang menyebabkan pelabelan itu salah. Sen berpendapat, bahwa setiap manusia mempunyai banyak preferensi, misalnya saja saya, pada saat tertentu menjadi seorang muslim, terus menjadi seorang sarjana ekonomi, seorang anggota partai, seorang yang punya hobby travellling, dan penganut poligami. namun manusia beradab, katanya harus bisa memisahkan preferensi itu ke dalam suatu yang positif. hal ini mungkin reevan dengan kekerasan yang terjadi di Tanah air kita sebut saya Ambon berdarah, perang Flores- Batak di batam tahun 1999, pertikaian Madura – Dayak di Kalimantan, menunjukkan bahwa penonjolan identitas tunggal menyebabkan kita melihat orang lain sebagai musuh.